

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-45559">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Variabilitas Curah Hujan di Sumatera Barat dan Selatan Dikaitkan dengan Kejadian Dipole Mode</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Eddy Hermawan; 2. Sopia Lestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Sains Dirgantara</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 91-106</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Variabilitas curah hujan di Sumatera Barat dan Selatan dihubungkan dengan kejadian Dipole Mode (DM) selama dua puluh tahun (1980-1999) berbasis hasil analisis data curah hujan rata-rata bulanan  Indeks Dipole Mode (IDM)  Suhu Permukaan Laut (SPL)  dan keluaran Radiasi Gelombang Panjang (RGP) telah dikaji. Dengan menggunakan teknik analisis spektral   Fast Fourier Transform (FFT)  puncak osilasi dominan utama dari data curah hujan dan IDM telah diidentifikasi. Mereka adalah Osilasi Setengah-Tahunan (Semi Annual Oscillation  SAO) untuk stasiun-stasiun Bukit Tinggi  Maninjau  dan SiCincin  dan Osilasi Tahunan (Annual Oscillation  AO) seperti daerah Padang Panjang  Padang  Batu Sangkar  Solok  Tabing  Bengkulu  Kotabumi  Jambi dan Palembang. Sementara  puncak Osilasi lain dengan periode osilasi antara 1.5 hingga 3 tahun juga ditemukan  khususnya pada analisis data IDM. Hal ini mengindikasika bahwa variabilitas curah hujan di kawasan ini dapat dihubungkan dengan kejadian DM  khususnya Dipole Mode ( ) saat pusat tekanan tinggi menutupi sebagian besar wilayah Indonesia. Pada saat DM ( )  khususnya pada bulan JJA (Juni-Juli-Agustus) dan SON (September-Oktober-November)  curah hujan di atas kawasan Sumatera Barat dan Selatan berkurang hingga di bawah normal. Sebaliknya  pada saat DM (-)  kawasan Sumatera Barat dan Selatan memiliki curah hujan di atas normal. Dibandingkan dengan DM (-)  DM ( ) nampaknya memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap curah hujan di kedua wilayah tersebut.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. CURAH HUJAN&#13;2. KEJADIAN DM</topic>
 </subject>
 <classification>523.1015 JUR 2,</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-45559</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-02-12 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-02-12 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>