

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-45601">
 <titleInfo>
  <title>POLA PERILAU KEBERSIHAN :</title>
  <subTitle>STUDI PSIKOLOGI LINGKUNGAN TENTANG PENANGGULANGAN SAMPAH PERKOTAAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istiqomah Wibowo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial MAKARA, SOSIAL HUMANIORA</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 37-47</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola perilaku kebersihan masyarakat perkotaan dalam kondisi lingkungan bersih dan kotor. Gambaran pola perilaku kebersihan tersebut bermanfaat dalam memberikan sumbangan teoritik dberupa model yang dapat menjelaskan tentang pola perilaku kebersihan disuatu wilayah  yang mengarah pada munculnya kondisi lingkungan yang bersih atau kotor. faktor-faktor psikologis yang berasal dari individu pelaku dan faktor sosiofisik yang terkait dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan interfensi secara tepat guna menciptakan lingkungan hunian manusia yang bersih dan sehat. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dimana peneliti bertindak sebagai primary instrumen  mengamati  mengawasi  dan terlibat langsung dalam peristiwa atau kejadian-kejadian yang terjadi sehari-hsri diperkotaan. Pengamatan dilakukan di 8 (delapan) lokasi. data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan kategori-kategori yang ada dan melakukan teori tikal sampling dari kelompok-kelompok yang berbeda guna memaksimalkan perbedaan-perbedaan danpersamaan-persamaan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan penghuni secara kolektif terhadap sampah yang terjadi secara terus menerus dari hari kehari merupakan proses yang membentuk pola perilaku kebersihan yang relatif menetap. rangkaian tindakan kolektif yang sellaras dengan motif bersama (memelihara kebersihan lingkungan) yang berdampak lingkungan bersih  membentuk perilaku pola kebersihan  Y  . Dengan demikian program kebersihan dapat dinyatakan sebagai pembentukan pola perilaku kebersihan   Y   Sebaliknya rangkaian tindakan kolektif yang tidak selaras dengan motif bersama dan berdampak lingkungan kotor membentuk pola perilaku yang dinyatakan sebagai pola perilaku kebersihan   X  .</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. BEHAVIOR SETTING, &#13;2. COUSE MAPS</topic>
 </subject>
 <classification>378.07 MAK 1-2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-45601</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-02-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-02-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>