

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-47176">
 <titleInfo>
  <title>Cuaca Mikro diwilayah Kotamadya Malang (Kajian Discomfort Index dan Efective Temperature Berdasarkan Satuan Bentuk Penggunaan Lahan)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwiyono Hari Utomo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Pendidikan Geografi: Kajian Teri dan Praktik Bidang Pendidikan geografi. FMIPA Universitas Negeri Malang</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 45 - 52</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Melalui kajian discomford indeks dan efektive temperature  diketahui bahwa wilayah Kotamadya malang yang dulu dikenal sebagai kota sejuk sejuk dan nyaman bagi kehidupan manusia  sekarang telah menunjukkan pergeseran cuaca dari sejuk dan nyaman menjadi agak hangat sekalipun masih cukup nyaman. Pergeseran itu disebabkan oleh peningkatan suhu udara yang tidak dibarengi dengan peningkatan kelembabannya.  Peningkatan suhu udara kota diakibatkan oleh respon materi fisik kota terhadap radiasi matahari. respon penutup lahan kota yang berupa bangunan (perumahan  pertokoan  industri  terminal  jalan-jalan aspal/beton) menyumbangkan energi panas sangat besar ke dalam udara. Respon ini sangat berbeda dengan penutup lahan berupa vegetasi. Fenomena perubahan cuaca tersebut dapat dilihat dari satuan bentuk penggunaan lahannya  terlebih lagi wilayah Kotamadya Malang sedang dalam perkembangan sarana dan prasarana fisik kota.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. CUACA MIKRO - WILAYAH MALANG&#13;2. SATUAN BENTUK PENGGUNAAN LAHAN</topic>
 </subject>
 <classification>910.7 PEN</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-47176</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-01-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-01-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>