

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-48521">
 <titleInfo>
  <title>Teknik Pengujian Daya Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Engkos Koswara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Buletin Teknik Pertanian</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-3</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bawang merah merupakan komoditas penting karena bahan bumbu dapur ini diperlukan dan digunakan sehari-hari dan harganya cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dan adaptasi beberapa varietas bawang merah di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 1998-Februari 1999  di lahan salin Delta Upang Makartijaya dan pada lahan sulfat masam dan gambut di Karang agung Ulu  Sumatera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan bahan yaitu kapur dolomit (MgCO3  CaCO3)  pupuk kandang  serta pupukurea  TSP  dan KCI yang akan ditambahkan pada masing-masing tipe lahan. Berdasarkan hasil pengamatan  diperoleh hasil pada Lahan Salin secara serentak bawang merah mengalami gangguan fisiologis berupa mati pucuk (yellow tip)  sedangkan pada lahan sulfat masam  bawang merah memiliki tinggi lebih rendah dibandingkan tanaman bawang merah di lahan salin namun ukuran umbinya cukup baik. Berbeda pula dengan tanaman bawang merah pada lahan bergambut  menunjukkan hasil yang berbeda antara varietas satu dengan yang lainnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERTANIAN&#13;2. BAWANG MERAH</topic>
 </subject>
 <classification>630.2072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-48521</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-07 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-05-07 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>