

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-48713">
 <titleInfo>
  <title>Teknik Identifikasi Jenis Gulma Dominan dan Status Ketersediaan Hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium Beberapa Jenis Gulma di Lahan Rawa Lebak</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haryatun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Buletin Teknik Pertanian: Pusat perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 19-22</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kendala dalam pengembangan lahan lebak selain air dan turunnya permukaan air tanah ketika kemarau  ketersediaan unsur hara juga sangat rendah. Gulma merupakan tumbuhan yang merugikan dan tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki. Tetapi bila dikelola dengan benar dan optimal  gulma akan memberikan manfaat dan meningkatkan produktifita lahan. Bahar dan Abidin (1992) melaporkan bahwa sisa penyiangan gulma dapat menjadi media penyimpan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma dominan dan status ketersedian hara makro N  P  dan K pada beberapa jenis gulma yang tumbuh di lahan lebak. Kegiatan dilaksanakan di lahan rawa lebak Kecamatan Nagara  Kabupaten Hulu Sungai Tengah   dan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara  Kalimantan Selatan pada bulan Desember 2005. Contoh gulma diambil dengan cara menempatkan petak kuadrat berukuran 1 m x 1 m sebanyak tiga kali pada setiap desa terpilih. Setiap spesies gulma yang terdapat pada petak kuadrat diidentifikasi berdasarkan spesies  kemudian dihitung jumlahnya dan ditimbang bobot keringnya. Dari 25 spesies gulma yang ditemukan  terdapat 14 spesies gulma dominan  yakni 10 spesies gulma berdaun lebar  tiga spesies gulma golongan rerumputan  dan satu spesies gulma golongan teki.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERTANIAN - GULMA - RAWA LEBAK</topic>
 </subject>
 <classification>630.2072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-48713</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-05-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>