

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-48817">
 <titleInfo>
  <title>Teknik Perontokan Lada Menggunakan Alat Perontok Mekanis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>R. Bambang Djajasukmana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Buletin Teknik Pertanian: Pusat perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 24-27</extent>
 </physicalDescription>
 <note>  Perontokan lada dari tangkai secara tradisional memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu  tersedianya alat perontok lada dari tangkai sangat membantu petani dalam proses pengolahan lada. Untuk meningkatkan kapasitas dan mutu perontokan maka dibuat alat perontok lada sistem poros asentris yang merupakan pengembangan dari alat perontok lada sebelumnya. Alat perontok lada ini mempunyai kapasitas 400 kg/jam pada putaran 400 rpm  dengan kapasitas maksimal 600 kg/jam (Hidayat et al. 2007). Tulisan ini menguraikan aspek rekayasa alat perontok lada asentris dan hasil uji unjuk kerjanya. Percobaan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)  Bogor pada bulan Maret 2004. Pada rekayasa alat perontok lada ini digunakan sistem poros asentris untuk menghasilkan getaran yang lebih sempurna dengan tujuan untuk mengurangi tangkai lada yang terjatuh pada bak penampungan. Uji fungsional terhadap kinerja alat ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan pada  (1) efisiensi perontokan  (2) persentase pemisahan tangkai  dan (3) persentase buah lada yang rusak. Hasil menunjukkan bahwa jumlah tangkai yang jatuh ke dalam bak getar berkurang sehingga hasil perontokan lebih baik. Kecepatan perontokan lebih besar dibandingkan dengan cara tradisional  yaitu 2 t/hari dengan persentase kerontokan 98 74%</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERTANIAN - ALAT DAN PERLENGKAPAN&#13;2. ALAT PERONTOK LADA</topic>
 </subject>
 <classification>630.2072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-48817</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-05-21 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>