

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-494">
 <titleInfo>
  <title>Polisemi dalam bahasa gorontalo</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Achmad, Hamzah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p.259-271</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Polisemi mengandung seperangkat makna yang berbeda dan karena kegandaan makna tersebut pendengar atau pembaca ragu-ragu menafsirkan makna leksem atau kalimat yang didengar atau yang dibacanya. Dalam pemerolehan data yang berhubungan dengan polisemi ini  penulis mengunakan metode reflesi-introspektif diman peneliti sebagai penyedia data sahih. Makna leksikal adalah makna ketika leksem tersebut berdiri sendiri  apakah itu dalam bentuk dasar atau leksem turunan dan maknanya kurang lebih tetap seperti yang terlibat dalam kamus. proses polisemi terjadi karena pelafalan leksem  faktor grametikal  leksem itu sendiri  faktor pengaruh bahasa lain dan faktor pemakai bahasa. Kebutuhan kosakata yang akan mewakili pemikiran  keinginan dan perasaan yang ingin dikemukakan dalam mencari berbagai usaha dengan menempuh cara menciptakan leksem baru  menggali leksem lama yang tidak digunakan lagi dan mempertahankan leksem yang ada tetapi memperluas maknanya serta lingkungan pemakaian leksem tersebut  juga memperluas bentuknya dan menyerap leksem dari bahasa serumpun maupun dari bahasa indonesia</note>
 <subject authority="">
  <topic>BAHASA GORONTALO - POLISEMI</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-494</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2002-08-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2002-08-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>