

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-50535">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Perempuan dalam Jabatan Pendidikan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Retno Listyarti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Jurnal Perempuan untuk Pencerahan dan Kesetaraan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 47-62</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan adalah hak dasar warga negara. Oleh karena itu  seharusnya pendidikan yang merupakan sektor publik harus didasarkan pada prinsip pelayanan publik. Namun setelah Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1997  kemudian yang disusul dengan kejatuhan Presiden Soeharto setelah berkuasa 32 tahun  pendidikan saat ini bergeser menjadi sektor privat.  Pendidikan kemudian dikomersialisasi  negara melempar tanggung jawab kepada masyarakat dalam membiayai pendidikan. Pendidikan dikomersialkan sebagai dampak dari konsensus Washington (1994) yang kemudian memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi atas pendidikan.  Pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga-lembaga keuangan internasional. Kritik sudah banyak mendera pada bank Dunia  salah satu diantara adalah jeratan hutang luar negeri yang kerap kali dipakai untuk melayani kebutuhan penguasa diktator ketimbang melayani rakyat. Akan selalu ada kebocoran pada tiap hutang yang diberikan oleh Bank Dunia dan yang janggal Bank Dunia selalu terlambat dalam mencium kecurangan ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PENDIDIKAN - WANITA DALAM PROFESI&#13;2. WANITA DALAM PROFESI</topic>
 </subject>
 <classification>304.5 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-50535</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-09-16 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-09-16 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>