Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Membebaskan Pendidikan dari Kuasa Penyeragaman
Bertolak pada kuasa pendidikan yang menyeragamkan pendidikan yang membebaskan dibutuhkan sebagai usaha pengambalian pendidikan sebagai proses kemanusiaan. Pendidikan bukan untuk menyeragamkan manusia yang berbeda. Penekanan proses aktivitasnya adalah keasadaran. Men/di-didik bukanlah me/di-paksa. Di dalam proses belajar ada aksi-reaksi memberikan dan memilih rekomendasi. Pecut untuk menggerakkan kita yang terlibat di dalamnya adalah saran dan kritik bukan angka penilaian dan hukuman yang berasal dari kebenaran tunggal. Manusia mempunyai kebebasan. Jika takdir itu ada maka takdir manusia adalah diberikan kuasa untuk merubah takdirnya. Manusia punya pilihan bebas untuk menentukan apa dan bagaimana dirinya eksis bertindak. Selama ini sekolah lebih diposisikan sebagai lembaga pendidikan baku yang tidak boleh diganggu. Menyertai bangunanya yang mengurung ragam manusia didalamnya sekolah tidak elastis dan tidak dialogis terhadap keragaman pandangan. Inilah tirani kebenaran menjadikan kebenaran menjadi sesuatu yang absolut dan harus diterima.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
305.4 JUR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Bag.Serial Jurnal Perempuan untuk Pencerahan dan Kesetaraan : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 79-96
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 70. Vol. Juli-2011
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain