

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-533">
 <titleInfo>
  <title>Pemberdayaan masyarakat di era reformasi melalui pelaksanaan otonomi daerah (OTODA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taryana, Didik</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Ilmu Pengetahuan sosial</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p 84-111</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Model pembangunan yang sentralistik dalam upaya mencapai tujuan naasional masih meletakkan pemerintah pusat sebagai pemrakasa  perncana dan pelaksana pembangunan  sedang pemerintah daerah pada hakikatnya terbatas sebagai fasilitator dari proyek pembangunan yang dirancang oleh pemerintah pusat. Ketimpangann ini timbul karena pembagian yang menyangkut tanggung jawab melakukan kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat  lembaga ekonomi  lembaga politik  lembaga hukum serta pembagian sumber penerimaan dan penetapan anggaran pembangunan antara pusat dan daerah tidak seimbang. Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah pemberdayaan masyarakat daerah mutlak diperlukan  karena esensi dari otonomi daerah adalah masyarakat daerah yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi secara aktif dan kritis terhadap pelaksanaan pemrintahan dan pembangunan. Pemberdayaan masyarakat daerah dilakukan dengan cara memajukan ekonomi rakyat  meningkatkan taraf pendidikan  dan memenuhi kebutuhan dasarnya. Kemampuan internal masyarakat daerah perlu diimbangi oleh pemberdayaan lembaga masyarakat untuk menyalurkan aspirasi warganya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>DAERAH SWANTANTRA</topic>
 </subject>
 <classification>378.05</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-533</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2002-09-02 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2002-09-02 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>