

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54437">
 <titleInfo>
  <title>Relasi sosial ekonomi petani hutan Klangon dalam menuju kemandirian</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sumintarsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Patrawidya: seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 661-702</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Klangon adalah desa hutan yang letaknya termasuk dalam kawasan hutan. Warga yang bermukim di sekeliling kawasan hutan tersebut berinteraksi langsung dengan hutan. Matapencaharian mereka sangat bergantung kepada sumberdaya hutan. Desa Klangon termasuk satu di antara desa-desa miskin yang terdapat di Kecamatan Saradan. Setelah dicanangkan sistem PHBM pasca Reformasi dengan wadah kelembagaan LMDH  dimana dalam sistem tumpangsari tidak hanya membudidayakan tanaman palawija  tetapi juga tanaman porang sebagai tanaman primadona. Ada gejala terjadi perubahan yang cukup signifikan. Fenomena ini tidak hanya melibatkan petani hutan yang tergabung dalam LMDH  tetapi juga pihak-pihak terkait seperti Perhutani  Pemerintah Desa  Dinas-Dinas terkait  pedagang/koperasi. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ini ingin melihat bagaimana pihak-pihak yang terlibat dalam PHBM ini melakukan kerjasama dalam hubungan kemitraan  nilai-nilai apa yang berperan dalam hubungan relasi ini  dan bagaimana strategi untuk kelancaran hubungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi PHBM di Desa Klangon telah mendinamisasi terjadinya relasi hubungan kerjasama kemitraan antara petani-LMDH-Perhutani-Dinas terkait-pedagang/penampung hasil hutan. Kelancaran bentuk-bentuk kerjasama tersebut didasari adanya nilai-nilai kepercayaan dan kedisiplinan. Implikasi dari bentuk kerjasama dalam PHBM ini antara lain kelestarian hutan dikelola oleh masyarakat dan secara ekonomi masyarakat bisa meningkatkan kehidupannya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. RELASI&#13;2. KEMITRAAN&#13;3. PETANI HUTAN</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54437</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>