

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54440">
 <titleInfo>
  <title>Kerusuhan Situbondo oktober 1996</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darto Harnoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Patrawidya: seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 743-770</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini lebih menekankan pada kerusuhan yang terjadi di Situbondo. Kerusuhan tersebut adalah refleksi dari ketaatan masyarakat terhadap nilai-nilai kegamaan yang telah mentradisi dalam pranata sosial. Tindakan massa merupakan dorongan tindak kekerasan langsung terhadap suatu sikap dan perilaku yang dicurigai melecehkan simbol-simbol suci yang dihormatinya. Hal ini berkaitan dengan kondisi masyarakat Situbondo yang memiliki temperamental dan sensitifitas keagamaan yang tinggi.  Meluasnya aksi sasaran massa dalam peristiwa tersebut dikarenakan keterlibatan banyak pihak  antara lain  preman  aparat keamanan  siswa yang sekedar ikut-ikutan  dan tokoh masyarakat. Kerusuhan tersebut dapat digolongkan sebagai gerakan tradisional yang memiliki karakter bersifat komunal dan diperkuat oleh ideologi agama. Disamping itu  peranan pemimpin gerakan dalam memobilisasi massa telah menyebabkan pengerusakan dan pembakaran sejumlah bangunan di Kota Situbondo dan meluas ke kecamatan di luar kota tersebut. Penelitian ini mengungkap secara personal    dengan pendekatan sejarah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. KERUSUHAN SOSIAL&#13;2. SITUBONDO</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54440</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>