

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54468">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Tekanan Reaktor pada Penghidrorengkahan Tar Batubara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ardhyarini, Novie; Setiawan, Daliya Indra; Nardey, Syntha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Jurnal Kimia Terapan Indonesia: Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 65-73</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gasifikasi batubara menghasilkan tar batubara sebagai produk samping. Tar batubara adalah senyawa yang sangat kompleks terdiri dari beberapa senyawa dengan gugus fungsi berbeda dan didominasi senyawa poliaromatik. Kadar senyawa ini yang menyebabkan tar batubara sebagai bahan berbahaya dan beracun. Hal ini akan menjadi masalah dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar minyak  sehingga tar batubara perlu ditingkatkan mutunya. Tulisan ini membahas peningkatan mutu tar batubara dengan penghidrorengkahan menggunakan reaktor autoclave dan katalis nikel-molibdenum berpenyangga alumina silika. Pengaruh tekanan reaktor diamati. Produk penghidrorengkahan dengan kondisi operasi 450 deg C dan 120 bar memberikan hasil terbaik dimana terjadi penurunan SG (Specifice gravity) 60/60 deg F 19% dan peningkatan rasio mol H/C 26%. Kadar pengotor sulvur dan nitrogen mengalami penurunan 88 5% dan 72%. Produk penghidrorengkahan didistilasi menggunakan simulasi distilasi dengan krematografi gas. Berdasarkan simulasi disitilasi  produk dapat difraksinasi menjadi fraksi ringan 2 2% vol  nafta 33 8% vol dan distilat tengah 48% vol. Hasil ini menunjukkan bahwa tar batubara berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar minyak.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. BAHAN BAKAR MINYAK&#13;2. BAHAN BAKAR ALTERNATIF - TAR BATUBARA</topic>
 </subject>
 <classification>540.5 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54468</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-08 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-08 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>