Index Artikel

Pengaruh densitas uranium pada proses pembuatan pelat elemen bakar dispersi U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si



Pengaruh densitas uranium pada proses pembuatan pelat elemen bakar dispersi U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mendapatkan data pengaruh proses pengerolan terhadap karakteristik produk PEB U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si densitas uranium 3 6 dan 6 0gU/cm3. Lingkup penelitian meliputi pembuatan inti elemen bakar/IEB dan pelat elemen bakar/PEB U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si serta pengujian meliputi strukturmikro kekerasan dan tebal kelongsong PEB. Pengujian strukturmikro pelat AlMg2 dan AlMgSi1 sebagai kelongsong dan PEB U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si dilakukan dengan teknik metalografi sedangkan kekerasan kelongsong dan meat PEB dengan uji kekerasan vickers. Serbuk U-7Mo yang digunakan sebagai bahan bakar memiliki diameter partikel dengan komposisi -150 mu m 44 mu m 93 2% dan -44 mu m 6 8%. Hasil uji atau analisis serbuk U-7Mo memiliki kadar U 92 926% dan densitas 15 84 g/cm3 dan densitas matriks Al 2 7 g/cm3. Komposisi serbuk U-7Mo dan matriks Al/Al-Si untuk membuat inti elemen bakar/IEB.U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si dimensi 25x15x3 15 mm densitas 3 6 dan 6 0 gU/cm3 dilakukan dengan perhitungan. Hasil hitung komposisi U-7Mo 4 4009 g dan matriks Al/Al-Si 2 0104 g untuk densitas uranium 3 6gU/cm3 serta U-7Mo 7 3349 g dan matriks Al/Al-Si 1 5101 g untuk densitas uranium 6 0gU/cm3 dan pengepresan tekanan 15 bar diperoleh ketebalan 3 00 mm dan 3 13 mm. IEB.U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si bersama frame dan cover dirakit menjadi paket rol kemudian dirol panas pada pada temperatur 450oC untuk kelongsong AlMgSi1 dilanjutkan rol dingin hingga ketebalan 1 40 mm. Pelat elemen bakar hasil rol dipotong pada sisi lebar dan panjang dengan meat berada ditengah-tengahnya. Pengambilan sampel untuk uji strukturmikro kekerasan meat dan kelongsong serta tebal kelongsong dilakukan dengan memotong meat PEB di daerah SD TG dan SJ kemudian dilakukan preparasi sampel dan pengujian. Hasil uji menunjukkan bahwa partikel U-7Mo cenderung memanjang sesuai arah rol. Kekerasan kelongsong AlMg2 dan AlMgSi masing-masing sekitar 44 620 VHN sedangkan kekerasan meat untuk PEB U-7Mo/Al/ U-7Mo/Al-Si densitas 3 60 gU/cm3 sebesar 182 245 VHN sedangkan untuk densitas uranium 6 0 gU/cm3 sebesar 209 272 VHN. Kenaikan kekerasan meat PEB menyebabkan pada proses pengerolan terjadi pengumpulan partikel U-7Mo sehingga kelongsong menjadi tipis. Data pengukuran diperoleh bahwa tebal kelongsong PEB U-7Mo/Al dan U-7Mo/Al-Si densitas uranium 3 6 gU/cm3 memenuhi persyaratan karena tebal kelongsong minimum gt 0 25 mm sedangkan untuk densitas 6 0 gU/cm3 tidak memenuhi karena terdapat tebal minimum 0 243 mm untuk kelongsong AlMg2 dan 0 106 mm untuk kelongsong AlMgSi1. Untuk mengatasi ketipisan tebal kelongsong tersebut beberapa kemungkinan yang perlu dilakukan adalah menggunakan serbuk U-7Mo dengan partikel yang lebih halus atau menggunakan bahan kelongsong paduan Al yang memiliki kekerasan lebih tinggi.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
621.48 URA
No Reg
-
Penerbit Bag.serial Urania: Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir. Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 150-162
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 3. Vol. 18 Oktober-2012
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini