

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54677">
 <titleInfo>
  <title>Bentuk perkawinan orang Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isni Herawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Patrawidya: seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 317-342</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan di Desa Kemiren  Kecamatan Glagah  Kabupaten Banyuwangi  Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perkawinan orang Using. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan  wawancara  serta studi kepustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perkawinan orang Using ada 3 macam  yaitu perkawinan atas dasar pemufakatan orang tua atau lebih dikenal dengan nama angkat-angkatan  perkawinan melayokake  dan perkawinan ngleboni. Dari ketiga bentuk perkawinan itu yang dianggap paling ideal bagi masyarakat Using adalah perkawinan atas dasar pemufakatan atau angkat-angkatan  yaitu dari kecil anak sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Namun  untuk generasi muda  mereka lebih cenderung pada perkawinan yang melayokake karena tidak perlu menunggu-menunggu waktu lagi. Selain bentuk perkawinan tersebut terdapat pula kasus-kasus yang ada di dalam perkawinan  yaitu ada yang awalnya sudah mempunyai bakalan atau calon pilihan orang tuanya kemudian anak tersebut batal dan menikah dengan orang lain atas pilihannya sendiri. Selanjutnya ada juga orang yang sudah mempunyai bakalan  tetapi dapat menikah dengan pilihannya karena melalui perantara dukun santet.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERKAWINAN ORANG USING&#13;2. ANGKAT-ANGKATAN&#13;3. MELAYOKE</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54677</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-28 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-28 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>