

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54785">
 <titleInfo>
  <title>Korelasi Antar-Karakter dan sidik Lintas antara Karakter Agronomi dengan Hasil Kedelai {Glycine max (L.) Merrill}1&#13;
[Correlation Among Characters and Path Analyses Between Agronomic Traits With Grain Yield on Soybean {Gly</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lukman Hakim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Berita Biologi: Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati. Pusat Penelitian Biologi-LIPI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 709 - 719</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebanyak 27 genotipe kedelai  Glycine max (L.) Merrill  termasuk varietas kawi sebagai pembanding dievaluasi pada lahan kering tegalan Kebun percobaan Ngale  Kabupaten Ngawi  Jawa Timur pada awal musim hujan  MH 2009/2010. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap  3 ulangan. Ukuran petak 4mx5m  jarak tanam 40cmx20cm  2 tanaman per rumpun. Analisis korelasi dan analisis sidik lintas diterapkan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antar-karakter dan mengidentifikasi karakter agronom yang berpengaruh lansung dan tidak langsung terhadap hasil biji. hasil penelitian diperoleh 3 varietas  yaitu Kaba  Wilis  dan Tanggamus yang berdaya hasil tinggi ( gt  1 6 t/ha) dan mempunyai daya adaptasi baik dilahan kering tegalan. terdapat 3 varietas yaitu Grabogan dan Argomulyo yang mempunyai ukuran biji besar ( gt 15 g/100 biji)  dan 4 varietas  yaitu Tidar  Grobogan  Gepak Ijo dan SHR-W60 yang mempunyai umur masak sangat genjah (81 hari). Varietas yang berbiji besar dan berumur genjah tersebut dapat digunakan sebagai sumber tetua dalam program pemuliaan. Diantara karakter agronomi yang diamati  tinggi tanaman  jumlah polong per tanman dan indeks panen berkorelasi positif sangat nyata dengan hasil biji. pengaruh langsung tinggi tanaman  jumlah polong per tanaman dan indeks panen terhadap hail biji yang dinyatakan oleh koefisien sidik lintas mempunyai peran paling besar terhadap tingginya hasil biji kedelai  sedangkan pengaruh langsung karakter yang lainnya sangat kecil atau negatif. Berdasarkan kedua metode analisis tersebut  genotipe kedelai yang berpotensi hasil tanaman  jumlah polong per tanaman dan indeks panen dapat disarankan untuk digunakan sebagai kriteria seleksi guna memperoleh genotipe kedelai berdaya hasil tinggi di lahan kering tegalan. </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. KEDELAI {GLYCINE MAX (L.)}&#13;2. KORELASI&#13;3. SIDIK LINTAS</topic>
 </subject>
 <classification>574.05 BER</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54785</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-03 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-03 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>