

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54880">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan model keruntuhan lapis beraspal (Development of failure model for bituminous layer)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nyoman Suaryana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Jurnal Jalan - jembatan: Puslitbang Jalan dan Jembatan Badan Litbang Kementrian Pekerjaan Umum</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 46 - 53</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode perencanaan tebal perkerasan yang saat ini dikenal terdiri dari metode perencanaan perkerasan secara empiris dan secara mekanistik empiris. Pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur yang resmi digunakan sebagai pedoman di Indonesia pada umumnya menggunakan pendekatan empiris yang dikembangkan berdasarkan analisis statistik kinerja perkerasan. Sedangkan metode lain untuk perencanaan tebal perkerasan adalah dengan metode mekanistik empiris. Metode ini menggunakan pendekatan respon dasar materi perkerasaran seperti tegangan  regangan  dan deformasi. Metodologi penelitian dilaksanakan dengan pengujian laboratorium serta pengujian lapangan yang dilakukan untuk mengetahui kinerja perkerasan akibat beban lalu-lintas dab pengaruh lingkungan. Salah satu model fagitue yang banyak diadobsi dalam pedoman perencaan perkerasan dengan pendekatan mekanistik adalah Persamaan Shell. Untuk mengetahui mengetahui kesesuaian model fatigue shell dengan tipikal campuran beraspal di Indonesia  dilakukan validasi model fatigue dengan cara membandingkan model fagitue tersebut dengan hasil pengujian fatigue dari laboratorium. Dengan hasil analisis umur fagitue hasil pengujian laboratorium cendurung lebih kecil dibandingkan umur fatigue metode Shell dengan perbandingan berkisar antara 0 8 sampai dengan 3 dengan rata-rata 1 8. Hal ini berdasarkan kodisi pengujian kontrol regangan  temperatur 20oC dan frekuensi 10 Hz.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. JALAN ASPAL - MODEL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN</topic>
 </subject>
 <classification>725.9805 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54880</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-10 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-10 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>