

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54884">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh jenis aspal pada temperatur pemadatan berkaitan dengan workability dari campuran beraspal panas (The effect of type bitumen at compaction temperature related to workability of hot mix asphalt)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Neni Kusniati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Jurnal Jalan - jembatan: Puslitbang Jalan dan Jembatan Badan Litbang Kementrian Pekerjaan Umum</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 97 - 111</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan bahan tambah campuran beraspal panas telah mengalami perkembangan baik dari sifatnya maupun kegunaannya. Hal ini berkaitan erat dengan workability campuran atau temperatur pencampuran maupun temperatur pemadatan yang diperlukan. Umumnya jenis aspal yang digunakan ialah aspal keras dengan berbagai tingkatnya  yang mana penentuan workability campurannya  didasarkan pada temperatur pencampuran dan pemadatan yang mengikuti batasan nilai viskositas aspal 170  plusmn  20 cSt untuk pencampuran dan 280  plusmn 30 cSt untuk pemadatan. Tulisan ini menyampaikan penelitian pengaruh bahan tambah aspal pada penentuan temperatur pemadatan atau tingkat workability campuran  melalui percobaan eksperimental laboratorium dan evaluasi serta analisis dari hasil percobaan campuran beraspal panas untuk lapisan aus. Jenis aspal yang diteliti ialah aspal Pen 60 tanpa dan dengan bahan tambah wax 1%  aspal modifikasi elastomer tanpa dan dengan bahan tambah 1 wax  serta aspal Pen 60 yang ditambah Styrene Butadyne Styrene 4.5% dan wax 1%. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa batasan viskositas untuk penentuan temperatur pencampuran dan pemadatan yang umum selama ini digunakan  tidak sesuai untuk aspal dengan bahan tambah wax. Temperatur pemadatan dari campuran dengan bahan tambah wax berdasarkan rongga dalam campuran    (void in mix) yang sesuai dengan spesifikasi yang digunakan  lebih rendah sebesar 30oC dari temperatur dari batasan viskositas aspal. Berdasarkan hal tersebut  penentuan temperatur pemadatan berkaitan dengan workability campuran beraspal dengan bahan tambah  lebih baik didasarkan pada pengujian kepadatan atau temperatur pemadatan minimum yang masih bisa menghasilkan rongga dalam campuran (Void in Mix) sesuai dengan batasan Void in Mix pada spesifikasi yang dipergunakan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. ASPAL, BAHAN TAMBAH - WORKABILITY CAMPURAN</topic>
 </subject>
 <classification>725.9805 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54884</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-10 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-10 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>