

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54916">
 <titleInfo>
  <title>Pedagang angkringan sebagai entitas ekonomi di Kota Yogyakarta:</title>
  <subTitle>&quot;Pelarian atau menjanjikan?&quot;</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Rum Giyarsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Patrawidya: Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 211 - 230</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berutujan untuk mengungkap karakteristik sosial ekonomi pegadang angkriangn di Kota Yogyakarta dan apakah sebagai bentuk pelarian dari sektor lain atau merupakan profesi yang mapan. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah survai terhadap 45 pedagang angkringan  dan wawancara mendalam kepada beberapa infoman untuk pengumpulan data. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang angkringan bervariasi dari SD  SMP  hingga SMA. Pedagang angkringan sebagian besar adalah tenaga kerja lokal berasal dari Kota Yogyakarta  sebagian lagi pekerja migran berasal dari Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul. Penghasilan yang mampu diperoleh berkisar antara Rp 600.000 - Rp 1.500.000 per bulan. Hanya 8 8% pedagang angkringan yang penghasilannya di bawah UMR DIY tahun 2012 (Rp 892.660) Penelitian ini juga menemukan bahwa usaha angkringan adalah sebuah profesi yang cukup mapan</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PEDAGANG - ANGKRINGAN&#13;2. PEREKONOMIAN, MASYARAKAT</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54916</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-11 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-11 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>