

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54941">
 <titleInfo>
  <title>Peran kementrian hukun dan hak asasi manusia dalam menciptakan supremasi hukum</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Patrialis Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Negarawan: Jurnal Sekretariat Negara RI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 19 - 31</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini akan menjabarkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi manusia dalam mewujudkan supremasi hukum di Indonesia. Kementrian Hukum dan HAM menempati posisi strategis dalam upaya pembangunan Hukum di Indonesia  sehingga sudah sewajarnya bila instansi ini berperan penting dalam upaya mewujudkan supremasi hukum di negeri ini. Seperti yang dikemukakan oleh Lawrence Friedmanm sebuah sistem hukum sesungguhnya dibangun oleh tiga komponen  yaitu substansi hukum (legal subtance)  struktur hukum (legal structure)  dan budaya hukum (legal culture). Hal inilah yang menyebabkan ketiganya harus dikembangkan secara simultan dan integral dalam upaya mewujudkan supremasi hukum. reformasi hukum di Kementrian Hukum dan HAM sebagai suatu upaya pembaharuan menyeluruh secara bertahap  setelah dilakukan terhadap sistem hukum yang mencakup struktur hukum  substansi hukum  dan budaya hukum. Upaya pembangunan substansi hukum antara lain dilakukan dengan meratifikasi dua instrumen hak asasi manusia internasional. Upaya pembangunan struktur hukum dilakukan melalaui penerapan teknologi informasi dan komunikasi serta perbaikan kerangka regulasi pelayanan hukum di bidang administrasi hukum  keimigrasian  hak atas kekayaan intelektual  dan pemasyarakatan. Upaya pembangunan budaya hukum dilakukan melalui peningkatan integritas pegawai serta pembangunan keterbuakaan dan transparansi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kementrian hukum dan HAM.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. KEMENTRIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA&#13;2. HUKUM, SUPREMASI</topic>
 </subject>
 <classification>352.05 NEG</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54941</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-12 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-12 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>