

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-54945">
 <titleInfo>
  <title>Pengolahan limbah organik pertanian secara aerob dengan digester sistem dua fase</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ekoputro Agung P.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Teknologi Indonesia: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 93 - 101</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah organik pertanian umumnya memiliki nilai COD yang tinggi  sulit diurai secara aerobik sehungga lebih efektif diurai secara anaerob. Proses pencernaan anaerob memerlukan kondisi tertentu  dan sangat tergantung pada faktor lingkungan  menyangkut C/N ratio  suhu  keasaman (pH) dan macam atau tipe digester. Digester fase tunggal  seperti pada umumnya  menggabungkan proses penguraian limbah dengan produksi biogas ke dalam satu reaktor. Digester dua fase pada dasarnya memisahkan proses awal pengolahan anaerob yang meliputi hidrolisis dan ecidogenesis  dan proses pembentukan biogas (metanaogenesis) ke dalam dua reaktor yang berbeda. Digester fase tunggal umumnya menghasilkan biogas dengan kandungan metana 45-60% atau setara dengan 1.000 British Termal Unit (BTU) atau 252 Kcal/0 028 m3. Indonesia memiliki limbah orhganik pertanian yang sangat besar  dengan demikian biogas dapat digunakan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif. Dalam eksperimen ini  ingin diketahui sebagai efektifnya reaktor anaerob sisem dua fase  mengolah limbah organik pertanian. Hasil dari eksperimen ini diketahui sistem dua fase dapat mengolah dan menguraikan 90% beban pencemaran organik (COD)  masing-masing 32% pada reaktor fase satu dan 58% pada reaktor fase dua. Biogas yang dihasilkan sebanyak 1.100 liter selama dua bulan percobaan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERTANIAN, LIMBAH ORGANIK&#13;2. DIGESTER DUA FASE</topic>
 </subject>
 <classification>605 TEK</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-54945</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-12 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-12 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>