Index Artikel

Pengolahan limbah organik pertanian secara aerob dengan digester sistem dua fase



Limbah organik pertanian umumnya memiliki nilai COD yang tinggi sulit diurai secara aerobik sehungga lebih efektif diurai secara anaerob. Proses pencernaan anaerob memerlukan kondisi tertentu dan sangat tergantung pada faktor lingkungan menyangkut C/N ratio suhu keasaman (pH) dan macam atau tipe digester. Digester fase tunggal seperti pada umumnya menggabungkan proses penguraian limbah dengan produksi biogas ke dalam satu reaktor. Digester dua fase pada dasarnya memisahkan proses awal pengolahan anaerob yang meliputi hidrolisis dan ecidogenesis dan proses pembentukan biogas (metanaogenesis) ke dalam dua reaktor yang berbeda. Digester fase tunggal umumnya menghasilkan biogas dengan kandungan metana 45-60% atau setara dengan 1.000 British Termal Unit (BTU) atau 252 Kcal/0 028 m3. Indonesia memiliki limbah orhganik pertanian yang sangat besar dengan demikian biogas dapat digunakan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif. Dalam eksperimen ini ingin diketahui sebagai efektifnya reaktor anaerob sisem dua fase mengolah limbah organik pertanian. Hasil dari eksperimen ini diketahui sistem dua fase dapat mengolah dan menguraikan 90% beban pencemaran organik (COD) masing-masing 32% pada reaktor fase satu dan 58% pada reaktor fase dua. Biogas yang dihasilkan sebanyak 1.100 liter selama dua bulan percobaan.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
605 TEK
No Reg
-
Penerbit Bag. Serial Teknologi Indonesia: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 93 - 101
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 2. Vol. 34 -2011
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini