

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-55448">
 <titleInfo>
  <title>Application of High Energy Efficient Heat Circulation Technology in Low Rank Coal Drying</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aziz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Imiah Teknologi Energi: Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Meterial Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 34-43</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini mengulas tentang teknologi pengeringan batubara muda dengan prinsip teknologi sirkulasi panas yang sangat hemat energi. Dalam teknologi sirkulasi panas  semua energi yang terlibat dalam proses pengeringan selalu disirkulasi dan digunakan dalam proses pengeringan selanjutnya. Dalam kajian ini  dikembangkan dua macam proses pengeringan yang didasarkan pada prinsip sirkulasi panas  yaitu dengan dan tanpa separasi. Selanjutnya dilakukan analisa kalkuasi dari dua proses pengeringan tersebut menyangkut konsumsi energi yang diperlukan. Untuk menganalisa lebih jauh tentang efek aplikasi sirkulasi panas pada konsumsi energi  juga dilakukan perbandingan terhadap proses pengeringan dengan teknologi pemulihan panas konvensional. Sebagai hasilnya  kedua macam proses pengeringan yang dikembangkan dengan prinsip sirkulasi panas mampu menurunkan konsumsi ebergi hinga 70% dari yang diperlukan pada teknologi pemulihan panas konvensional. Selanjutnya  proses pengeringan dengan separasi  membutuhkan energi yang sedikit lebih banyak daripada proses tanpa separasi  tetapi diperkirakan bahwa proses dengan separasi akan mempunyai performa tukar panas yang jauh lebih baik daripada proses tanpa separasi. Hal ini berhubungan dengan rendahnya koefisiean perpindahan panas yang menyertai proses kondensasi dari campuran udara dan uap air dibandingkan dengan kondensasi uap air murni.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. BATUBARA - KUALITAS RENDAH&#13;2. PENGERINGAN BATUBARA</topic>
 </subject>
 <classification>605.072 TEK</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-55448</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-09-15 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>