

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56228">
 <titleInfo>
  <title>Perilaku Ibu Hamil Dalam Memeriksakan Kehamilan Trisemester Pertama di Puskesmas Pasanggrahan, Jakarta Selatan&amp;nbsp;</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ni Ketut Aryastami;Ingan Ukur Tarigan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 11-19</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kunjungan antenatal pertama pada usia kehamilan sebelum tiga bulan sangatlah penting. Menurut hasil Reskesdas 2010 akses ibu hamil yang memeriksakan kehamilan dengan tenaga kesehatan pada trisemester 1 (K1-trisemester) adalah 72 3 persen dan pemeriksaan tepat waktu dengan kunjungan minimal 4 kali adalah 61 4%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alasan - alasan ibu hamil tidak melakukan kunjungan antenatal sejak dini. Disain studi adalah studi kualitatif yaitu menggali informasi secara mendalam terhadap informal  wawancara dengan informan kunci dan triangulasi informasi. Studi bertempat di Puskesmas Kecamatan Pasanggrahan  Jakarta Selatan. Informan dipilih secara purposive sebanyak 10 orang atau hingga pertanyaan mengalami tingkat kejenuhan. Hasil studi menunjukkan  sebagai factor pemicu  karakteristik ibu hamil yaitu umur  pendidikan  pekerjaan dan jumlah kehamilan tidak berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pencarian pelayanan antenatal tepat waktu. Pengetahuan kesehatan ibu tentang kehamilan berpengaruh terhadap perilaku ibu untuk lebih memperhatikan kesehatannya  makan teratur dan memeriksakan kehamilan sejak dini  meskipun kunjungan pertama kali tidak di puskesmas. Namun sebaliknya  pengetahuan yang sekilas tentang ASI tidak diikuti dengan perilaku positif dalam pemberiaan ASI secara ekslusif. Terlambatnya ibu hamil datang ke puskesmas disebabkan hadirnya factor pemungkin  yaitu adanya fasilitas kesehatan/bidan praktikdekat rumah. Ibu baru berkunjung ke puskesmas ketika usia kehamilannya sudah tua  sekaligus sebagai persiapan persalinan. faktor yang memperkuat terlambatnya responden datang ke puskesmas berhubungan dengan kedekatan atau jarak dengan fasilitas kesehatan lainnya. Puskesmas baru dikunjungi ketika informan sudah mendekati masa bersalin karena biayanya murah. Sebagai rekomendasi adalah kewajiban.            </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PERILAKU IBU HAMIL &#13;2. ANTENATAL CARE&#13;3. PUSKESMAS</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56228</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-23 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-23 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>