

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56242">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan SDM kesehatan di era desentralisasi dan mekanisme pasar</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widodo J Pudjirahardjo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan: Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 66-70</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan politik dalam kebijakan kesehatan  khususnya terkait dengan otonomi daerah di Indonesia  menyababkan perubahan pada komponen struktural dan fungsional pada level provinsi dan kabupaten/kota. Peran dinas kesehatan kabupaten dan kota menjadi sangat vital dalam mengelola progam sekaligus dalam pengelolaan sumber daya  termasuk SDM kesehatan. Karena variabilitas sistem keshatan antar daerah yang sangat besar serta adanya berbagai kendala yang harus dihadapi dalam penyelenggaraan desentralisasi  maka pemerintah daerah harus mengembangkan sistem pengelolaan SDM yang secara sistematis. Selain itu  diperlukan kepemimpinan yang visioner dan transformasional sekaligus ber-mindset profesional dan berjiwa enterprenuer yang dapat mendorong implementasi desentralisasi kesehatan  sebagai upaya mengantisipasi dampak dari kebijakan desentralisasi. Selain itu  SDM kesehatan harus mampu memanfaatkan peluang di era desentralisasi dan pasar bebas sehingga dapat menyediakan progam dan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.     </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. SDM KESEHATAN &#13;2. KEBIJAKAN &#13;3. KEPEMIMPINAN&#13;4. DESENTRALISASI</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56242</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-24 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-24 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>