

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56250">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh memelihara ternak dalam rumah terhadap kecenderungan meningkatnya resiko infeksi saluran pernapasan akut</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maria Holly Herawati;Noor edi Widya Sukoco</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan ( Bulletin of Health System Research. Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 83-90</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sanitasi lingkungan yang jelek berpengaruh terhadap penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Data tentang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ditanyakan pada riskesdas 2007 namun tidak diketahui penyebabnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengukur hubungan pemeliharaan unggas sebagai salah satu variabel sanitasi lingkungan dengan kejadian ISPA pada provinsi prevalensi tinggi di Indonesia. Metode penelitian studi crossectional. Data yang dipakai adalah data riskesdas tahun 2007. Responden ISPA adalah responden yang pernah didiagnosa menderita ISPA oleh tenaga medis dan mempunyai gejala ISPA dalam kurun waktu 12 bulan yang lalu. Dari 266.302 responden  25 703 (9 6%) responden terdiagnosa dan punya gejala ISPA. Kecenderungan resiko terkena ISPA bervariasi setiap variabel determinan. Antara lain kecenderungan risiko responden yang mempunyai unggas yang tanpa dikandangkan mempunyai risiko 0 97 kali (ORa   1 01 95% Cl   0 97-1 06) sedang responden yang memelihara unggas yang dikandangkan diluar rumah akan berisiko 1 01 (ORa 1 04 95% Cl 1 01-1 21) sedang responden yang memelihara unggas yang dikandangkan didalam rumah akan berisiko 1 41 ( ORa 1 08 95%Cl 1 02-1 14) sebagai pembanding adalah responden yang tidak mempunyai unggas. Kesimpulan bahwa responden dengan ternak unggas mempunyai resiko terkena ISPA setelah diajust dengan provinsi  umur  daerah administras  jalan raya  TPA  pabrik  terminal  bengkel. rumah potong hewan.                </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TERNAK UNGGAS&#13;2. KEJADIAN ISPA&#13;3. DATA RESKESDAS 2007&#13;</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56250</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-25 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-25 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>