

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56316">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Hubungan Status Otonomi Puskesmas dengan motivasi karyawan di kabupaten Sleman, Pasuruan dan kota Blitar.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rukmini,Siswanto dan Roosihermiatie</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 170-179</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak diberlakukannya otonomi daerah tahun 2001  berbagai inovasi telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota  khususnya menyangkut pemberian decision space yang lebih luas kepada manajemen puskesmas dalam memenuhi tuntutan otonomi pada puskiesmas (decision space) terhadap motivasi karyawan. Motivasi karyawan adalah terkait dengan konsep motivating potential score  yang terdiri dari skill varienty  task identity  task significance  autonomy  dan job feedback. Sleman untuk puskesmas Depok II (tipe ISO) dan Jawa Timur dikabupaten Pasuruan yaitu puskesmas Bangil ( tipe Swakelola) dan kota Blitar di pukesmas Karangsari ( tipe gratis) pada bulan Mei-Desember 2009. Jumlah sampel karyawan puskesmas diambil secara proportional random to Size di puskesmas yang diteliti. Analisis untuk menilai hubungan status otonomi puskesmas dengan motovasi karyawan  dilakukan uji ANOVA dan didukung dengan analisis data kualitatif dari hasil wawancara mendalam dengan kepala puskesmas. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar motivasi karyawan puskesmas disetiap tipe status otonomi adalah kategori cukup  yaitu puskesmas ISO ( 62 5%)  swakelola ( 72%) dan gratis (75 7%)  sedangkan hasil uji Anova menunjukkan bahwa F adalah 1 450 dan P value 0 240 ( P gt  0 05) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan motivasi karyawan dipuskesmas  ISO  swakelola dan gratis. Penelitian ini merekomendasi    kepada puskesmas harus mampu mendorong terbentuknya motivasi intrinsik yaitu menciptakan kepemimpinan ( leadership) yang memberi inspirasi kepada karyawan dan lingkungan kerja yang mendukung memberi kuasa pada karyawan dan mendelegasikan pekerjaan yang berarti dan meningkatkan kopetensi karyawan.     </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. MOTIVASI KARYAWAN&#13;2. MOTIVASI POTENSIAL SKOR&#13;3. STATUS OTONOMI&#13;4. PUSKESMAS</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56316</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-30 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-30 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>