

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56357">
 <titleInfo>
  <title>Peningkatan Informasi Tentang KB :</title>
  <subTitle>Hak Kesehatan Reproduksi Yang Perlu Diperhatikan Oleh Program Pelayanan Keluarga Berencana</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lestari Handayani; Suharmiati; Iswari Hariastuti; Choirum Latifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletine of Health System Research). Depkes RI Litbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 289-297</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang   Pelaksanaan program KB dipengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan pelayanan KB  serta pemakaian alat kontasepsi. Cukup banyak klien yang mengeluh kurangnya penjelasan/informasi dari petugas puskesmas. Metode     Jenis penelitian observasional  dikaji hak reproduksi   mendapat informasi dan edukasi   yang dikaitkan dengan kajian peraturan perundang undangan terkait. Dilakukan analisis data kualitatif dari wawancara dengan informan akseptor KB (isteri)  Petugas PLKB di puskesmas dan FGD dengan para suami. Observasi saat pelayanan KB suntik atau implant dan konseling yang dilakukan. Penelitian dilaksanakan 2 puskesmas di kota Malang di Provinsi Jawa Timur dan 2 puskesmas di kota Sampit di Kalimantan Tengah selama 10 bulan pada tahun 2011. Hasil Penelitian   Masih banyak klien memperoleh pelayanan KB yang kurang berkualitas. Sebagian petugas kesehatan kurang melakukan konseling dan pemberian informasi yang menyebabkan kurangnya pengetahuan klien dalam memilih jenis KB. Masyarakat mentolerir pelayanan KB meskipun pelayanan KB belum seluruhnya memenuhi syarat pelayanan berkualitas. Kesimpulan   Pengetahuan dan Pemahaman masyarakat tentang hak reproduksi khususunya KB belum baik karena kurangnya perolehan informasi dan konseling sehingga klien mentolerir pelayanan tersebut. Rekomendasi   Peningkatan informasi KB dengan meningkatkan kompetensi petugas kesehatan (bidan) yang melayani KB melalui pelatihan keterampilan tehnis cara konseling Peningkatan kemampuan klien memilh jenis alat kontrasepsi  Peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak dan tanggung jawab pengaturan jumlah dan hak serta kewajiban dalam pelayanan KB melalui sosialisasi undang-undang dan peraturan melalui media yang bervariasi.</note>
 <subject authority="">
  <topic>INFORMASI KB, HAK REPRODUKSI, PROGRAM PELAYANAN KB</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56357</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-12-02 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-02 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>