

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-56358">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Betty Roosihermiatie;Suharmiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletine of Health System Research). Depkes RI Litbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 298-304</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan   Kanker paru merupakan kanker yang paling sering terjadi  baik pada pria maupun wanita dan merupakan peneyebab utama dari kematian akibat kanker. Tujuan analisis ini untuk mengkaji karakteristik responden serta pola penggunaan tembakau/rokok pada penderita penyakit tumor/kanker paru yang didiagnosa oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Metode   Penelitian ini merupakan analisis data skunder hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007/2008. Sampel diambil dari penggunaan tembakau/ Rokok setiap hari dan kadang-kadang yang berusia 10 tahun ke atas. Dari responden berusia 10 tahun keatas pada riskesdas 2007/2008 sebanyak 973.662 anggota rumah tangga dimana 228.416 orang (29 7%) menggunakan temabaku rokok  sedangkan yang didiagnosa menderita tumor atau kanker paru oleh tenaga kesehatan dalam 1 tahun sebelum survei sebanyak 14 orang. Data dianalisis secara univariat. Hasil   menunjukan kebanyakan penderita tumor/kanker paru berusia 51-70 tahun  semua laki-laki  cenderung meningkat dengan semakin tingginya pendidikan  dan relatif lebih banyak pada pekerja informal. Semua responden adalah mantan penggunaan tembakau/rokok  kemungkinan penderita tumor/kanker paru akan berhenti menggunakan tembakau/ rokok jika telah dinyatakan menderita tumor/ kanker paru. Dari yang menjawab lama menggunakan tembakau/rokok  3 responden  paling lama merokok 10 tahun. sedangkan rata-rata telah menderita kanker paru 6 9 tahun. Kesimpulan   laki-laki berpendidikan tinggi dan pekerja informal cenderung merokok. selanjutnya lama menggunakan tembakau atau rokokmemungkinkan berhubungan dengan kejadia tumor/kanker paru. Disarankan   meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok lebih lama merokok mempengaruhi kejadian tumor/kanker paru melalui pertemuan-pertemuan di tingkat yang paling bawah yaitu RT RW sampai dengan tingkat yang paling tinggi serta Fatwa Majlis Ulama Indonesia tentang fatwa haram merokok untuk anak-anak  remaja dan merokok di tempat umum perlu diimplementasikan secara sungguh-sungguh.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TUMOR/ KANKER PARU, KARAKTERISTIK&#13;2. LAMA MENGGUNAKAN TEMBAKAU / ROKOK</topic>
 </subject>
 <classification>613.072 BUL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-56358</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-12-02 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-02 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>