

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-58">
 <titleInfo>
  <title>Strategi penyempurnaan kurikulum kimia 1994 di Sekolah Menengah Umum</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Poedjiadi, Anna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal Pendidikan dan kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 17-23</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kurikulum 1994 yang mempunyai tujuan strategis  dalam pelaksanaannya ternyata tidak terlepas dari pengaruh internal maupun eksternal yang menimbulkan permasalahan bagi pencapaian tujuan kurikulum tersebut. Maka perlu dilakukan penyempurnaan terhadap kurikulum 1994 khususnya untuk bidang studi ilmu kima di Sekolah Menengah Umum (SMU). Penyempurnaan ini atas dasar hasil survei serta wawancara dengan berbagai pihak termasuk orang tua. Dari survei dan wawancara ini diketahui antara lain  adanya guru yang kurang memahami tujuan strategi kurikulum 1994  guru belum dapat memberikan manfaat mata pelajaran kimia dalam kehidupan sehari-hari  adanya kelas unggulan mempunyai dampak negatif terhadap siswa dan guru  penilaian kualitas sekolah dilakukan atas dasar banyak lulusan yang masuk jurusan yang diminati melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN)  banyak sekolah yang tidak memperhatikan sikap dan kepedulian terhadap lingkungan  guru menambah materi di luar GBPP  serta beberapa opini dan peristiwa seperti sikap guru yang tidak terpuji dan adanya kebocoran soal. Faktor-faktor pendukung pelaksanaan kurikulum 1994 seperti  musyawarah bidang studi  pembelajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) serta penggunaan kumpulan konsep-konsep yang telah disebarluaskan. Beberapa saran dalam melaksanakan penyempurnaan adalah  materi disajikan lebih sederhana dan menarik dengan menggunakan pendekan STM  pengadaan laboran  jam praktikum dipertimbangkan menjadi jam tatap muka  musyawarah guru MIPA diperlukan  kisi-kisi UMPTN disosialisasikan  tes diagnostik dan tes akhir tahun dilaksanakan serta kriteria kualitas sekolah tidak didasarkan jumlah siswa yang diterima melalui UMPTN.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KIMIA (PENDIDIKAN LANJUTAN) - KURIKULUM, 1994&#13;</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR 18-19</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-58</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2005-05-10 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2005-05-10 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>