

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-622">
 <titleInfo>
  <title>Unsur-unsur tradisi megalitaik dalam upacara entas-entas pada masyarakat Tengger kajian sejarah kebudayaan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suprapto, Blasius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>P Ilmu Pengetahuan Sosial : Jurnal IPS dan pengajarannya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 327-343</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Upacara entas-entas di desa Tengger Ngadas  Poncokusumo  Malang merupakan salah satu jenis upacara adat Tengger yang berfokus pada upacara kematian.  Upacara kematian yang dimaksud yakni berkaitan dengan menaikkan atau mengentaskan si mati kedalam dunia arwah.  Pelaksanaan upacara melalui serangkaian tahapan upaca yakni ngresik  mepek  mbeduduk  lukatan  dan bawahan.  Pada pelaksanaan upacara si mati dihadirkan kembali kedalam bentuk boneka yakni petra.  Boneka petra ini dirangkai dari bahan dedaunan serta bunga dan selanjutnya ditempatkan pada altar balai kulon.  Petra itu selanjutnya disucikan pemangku adat dan ditandai dengan pakaian si mati.  Dalam menuju ke alam arwah si mati diupacarai dengan berbagai hewan kurban seperti lembu  kerbau dan kambing.  Selain itu juga disediakn kendaraan arwah berupa seekor kambing putih yang diposisikan seolah-olah sedang terbang.  Berdasarkan kajian sejarah kebudayaan yakni dengan studi perbandingan objeks megalitik disitus Wonosari  DIY dan Bondowoso  Jawa Timur  diketahui bahwa ritus entas-entas di desa Tengger Ngadas tersebut  terkait erat dengan budaya megalitik yang berfokus pada kultus pemujaan ro nenek-moyang.  Berdasarkan temuan ini  maka dapat dikatakan bahwa ritus entas-entas di desa Tengger vNgadas merupakan salah satu tradisi yang berakar pada tradisi megalitik dan berkembang serta berlanjut hingga masa sekarang dikalangan masyarakat Tengger.</note>
 <subject authority="">
  <topic>UPACARA ENTAS-ENTAS - TENGGER&#13;</topic>
 </subject>
 <classification>378.05 ILM</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-622</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2008-08-05 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2008-08-05 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>