Index Artikel

Unsur-unsur tradisi megalitaik dalam upacara entas-entas pada masyarakat Tengger kajian sejarah kebudayaan



Upacara entas-entas di desa Tengger Ngadas Poncokusumo Malang merupakan salah satu jenis upacara adat Tengger yang berfokus pada upacara kematian. Upacara kematian yang dimaksud yakni berkaitan dengan menaikkan atau mengentaskan si mati kedalam dunia arwah. Pelaksanaan upacara melalui serangkaian tahapan upaca yakni ngresik mepek mbeduduk lukatan dan bawahan. Pada pelaksanaan upacara si mati dihadirkan kembali kedalam bentuk boneka yakni petra. Boneka petra ini dirangkai dari bahan dedaunan serta bunga dan selanjutnya ditempatkan pada altar balai kulon. Petra itu selanjutnya disucikan pemangku adat dan ditandai dengan pakaian si mati. Dalam menuju ke alam arwah si mati diupacarai dengan berbagai hewan kurban seperti lembu kerbau dan kambing. Selain itu juga disediakn kendaraan arwah berupa seekor kambing putih yang diposisikan seolah-olah sedang terbang. Berdasarkan kajian sejarah kebudayaan yakni dengan studi perbandingan objeks megalitik disitus Wonosari DIY dan Bondowoso Jawa Timur diketahui bahwa ritus entas-entas di desa Tengger Ngadas tersebut terkait erat dengan budaya megalitik yang berfokus pada kultus pemujaan ro nenek-moyang. Berdasarkan temuan ini maka dapat dikatakan bahwa ritus entas-entas di desa Tengger vNgadas merupakan salah satu tradisi yang berakar pada tradisi megalitik dan berkembang serta berlanjut hingga masa sekarang dikalangan masyarakat Tengger.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
378.05 ILM
No Reg
-
Penerbit P Ilmu Pengetahuan Sosial : Jurnal IPS dan pengajarannya : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 327-343
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 2. Vol. 37 Juli-2003
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini