

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-64">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan kurikulum pendidikan tinggi:</title>
  <subTitle>suatu kajian yuridis, teoritis dan empiris</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widyastono, Herry</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 67-81</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara yuridis  kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. Kurikulum nasional pendidikan tinggi yang berlaku saat ini salah satunya berisi susunan nama mata kuliah beserta jumlah masing-masing SKS-nya  namun tidak disertai deskripsi keluasan dan kedalaman materi/bahan ajar. Hal ini menyebabkan keluasan dan kedalaman materi/bahan ajar yang harus disampaikan kepada para mahasiswa akan sangat bervariasi tergantung kepada keahlian staf pengajar. Akibatnya  materi yang disampaikan kepada para mahasiswa akan berbeda keluasan dan kedalamannya. Perbedaan ini akan semakin nampak antara Perguruan Tinggi yang favorit dengan Perguruan Tinggi yang kurang favorit. Untuk menanggulangi kesenjangan tersebut  dipandang perlu adanya kurikulum nasional yang berisi 60</note>
 <subject authority="">
  <topic>PENDIDIKAN TINGGI - KURIKULUM - PENGEMBANGAN</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR 18-19</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-64</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-03-20 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-03-20 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>