

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-64983">
 <titleInfo>
  <title>Fiscal And Moneytary Policy Interaction in Indonesia:</title>
  <subTitle>A Var Analysis From 2000 To 2013</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eko Sumando</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 183-190</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini meneliti interaksi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter di Indonesia sejak tahun 2000 s.d 2013  serta keefektifan Inflation Targeting Framework (ITF) dengan menggunakan metode Vector Autoregression (VAR). Studi ini menggunakan model yang disusun oleh Nordhaus (1994) dan menggunakan data sekunder dari Federal Reserve St. Lois (FRED) dan CEIC. Hasil studi menunjukkan tidak adanya dominasi kebijakan fiskal di Indonesia and ITF berjalan dengan efektif dalam mencapai target inflasi. Kebijakan moneter yang kontraktif dari Bank Indonesia mampu mempengaruhi hampir 30 persen dari perubahan variasi inflasi setelah dua tahun. Di lain sisi  kebijakan fiskal ekspansif hanya mampu mengurangi pengangguran    pada jangka pendek  yang akhirnya    berpotensi    meningkatkan inflasi. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek koordinasi antara otoritas fiskal dan otoritas moneter di Indonesia diperlukan sebab koordinasi ini cukup efektif untuk menurunkan tingkat pengangguran dan meminimalkan gap antara target inflasi dan inflasi aktua            </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. FISKAL, KEBIJAKAN</topic>
 </subject>
 <classification>336.072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-64983</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-31 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-31 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>