

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-65295">
 <titleInfo>
  <title>Tata Hubungan Kerja Antar Institusi Dalam Pengurusan Hutan Di daerah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sulistya Ekawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Analisis Kebijakn Kehutanan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 195-206</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak desentralisasi diterapkan  terjadi perubahan jenis dan kewenangan institusi. Salah satu konsekuensi dari hal tersebut adalah perubahan tata hubungan kerja antara institusi pusat  institusi di tingakat provinsi dan intitusi di tingkat kabupaten. Dalam tulisan ini disajikan hasil analisis tata hubungan kerja institusi yang menangani pengurusan hutan pada masa desentralisasi. Kajian dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ilir  Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Sanggau  Provinsi Kalimantan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyaknya UPT yang ada di daerah menimbulkan dualisme pemerintahan di daerah dan mempengaruhi kemandirian otonomi. Tata hubungan kerja antara Dinas Kehutanan Provinsi dan UPT dirasakan masih kurang. Masing-masing pihak kurang bekerja sama tapi   sama-sama bekerja  . Hubungan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten belum menyentuh hubungan teknis  tetapi masih terbatas dalam hal penganggaran dan penempatan pejabat di kabupaten. beberapa hal yang dapat disarankan dari kajian ini adalah pemeerintah pusat diharapkan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah melalui mekanisme pembinaan. perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah provinsi dan UPT Departemen Kehutanan untuk meningkatkan kinerja keduanya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TATA HUBUNGAN KERJA&#13;2. INDUSTRI&#13;3. DESENTRALISASI</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-65295</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-09-28 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-28 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>