

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71308">
 <titleInfo>
  <title>Pergeseran Urusan Legalisasi Aset dari Administrasi Publik Lama ke Pelayanan Publik Baru dalam Kerangka Pengurusan Pertanahan Demokratis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amien Tohari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Iptek Pertanahan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional RI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-14</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini meletakkan legalisasi aset dalam kaitannya dengan perubahan sosial  meningkatnya persoalan agraria  paradigma pelayanan pertanahan  dan birokrasi agraria secara luas. Saya berpendapat bahwa meluasnya konflik dan problem agraria merupakan indikasi dari kesenjangan antara kecepatan perubahan agraria dengan daya respon birokrasi agrana. Persoalan utamanya bukan hanya terletak dalam konsep legalisasi aset tetapi juga mengendap di dalam paradigma pelayanan birokrasi agraria itu sendiri. Legalisasi aset tidak dapat menjadi skema penyelesaian masalah agrana apabila tetap dijalankan deb birokrasi agraria yang masih menerapkan adminitrasi publik gaya lama karena tidak kompatibel dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu  legalisasi aset dan pengelolaan pertanahan dalam arti luas perlu diletakkan dalam skema pengelolaan pertanahan yang kompatibel dengan dinamika perubahan masyarakat yaitu skema land demokratic goverment di wilayah strategis dan new public service di wilayah pelayanan publik pertanahan. Kata Kunci Legalisasi Aset  Perubahan Sosial dan Paradigma Pelayanan Publik</note>
 <subject authority="">
  <topic>LEGALISASI ASET - PARADIGMA PELAYANAN PUBLIK</topic>
 </subject>
 <classification>631.4072</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71308</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>