

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71310">
 <titleInfo>
  <title>Policy Network Penyelesaian sengketa tanah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanang Haryono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Jurnal Iptek Pertanahan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional RI</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 45-56</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sengketa tanah merupakan permasalahan publik yang harus segera dicarikan jalan keluarnya dalam kerangka negara demokrasi. Pada era otonomi daerah dengan diberlakukannya UU No 32 Th 2004 dimana memberikan kewenangan yang lebih luas pada pemerintah lokal untuk mengelola wilayahnya belum mampu menyelesaikan permasalahan agraria pada masyarakat secara maksimal.Prinsip-prinsip keadilan dan ruang publik untuk pencapaian suatu kebijakan yang bisa diterima banyak pihak merupakan alternatif penyelesaian masalah sengketa tanah. Paper ini ingin memberi pemikiran penyelesaian sengketa tanahmelalui pendekatan policy networks. Tujuan dari penulisan paper ini adalah menjelaskan pendekatan policy networks dalam penyelesaian sengketa tanah. Metode yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah kualitatif dengan menggunakan prosedur penelitian ilmiah. Kesimpulan paper ini adalah pendekatan policy networks dapat digunakan sebagai upaya penyelesaian sengketa tanah. Melalui policy networks antara government  civil society  dan private Sector sengketa tanah dapat dicarikan solusi melaui kebijakan deliberatitif yang menguntungkan semua pihak khususnya kepentingan publik.Terbukanya ruang publik dalam kerangka egalitarian berdemokrasi memberi peluang dalam penyelesaian sengketa tanah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. SENGKETA TANAH&#13;2. POLICY NETWORK</topic>
 </subject>
 <classification>631.4072</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71310</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>