

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71312">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK SUMBERDAYA AGRARIA DAN SOLUSINYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risnarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Jurnal IPTEK Pertanahan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 25-49</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sumberdaya agraria  yang meliputi bumi  air  ruang angkasa  dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan aset Bangsa Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia . Namun Iebih dari 68 tahun negara belum mampu untuk mewujudkan . Ketidakadilan struktur agraria telah meningkatkan konflik atas kepemilikan  penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber agraria. Kelemahan akses masyarakat terhadap sumberdaya dan infrastruktur produksi agraria menyebabkan petani skala kecil terpinggirkan oleh kekuatan investor besar. Sumber konflik agraria adalah ketidakseimbangan struktur agraria . Oleh karena itu  solusinya adalah melalui pendekatan politik dan kesejahteraan . Pendekatan Politik mengacu pada Tap MPR No IX Tahun 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan . dan Keputusan Presiden No 34/2003 tentang Kebijakan Pertanahan Nasional . Untuk pelaksanaan Pembaruan Agraria  UUPA haws dilakukan Amandemen  terutama dengan memasukkan prinsip-prinsip dalam Pasal 4 Tap MPR IX/2001 . Pasal 5 ayat e dan Pasal 6 ayat e sebagai patokan untuk penanganan konflik agraria. Selain itu  dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan yaitu dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan  seperti kepemilikan lahan untuk perumahan dan kegiatan ekonomi  kebutuhan pangan  pendidikan  kesehatan  dan ketersediaan lapangan kerja di daerah pedesaan dan perkotaan. </note>
 <subject authority="">
  <topic>KONFLIK - AGRARIA</topic>
 </subject>
 <classification>631.4072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71312</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>