

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71314">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN YANG TERINTEGRASI MELALUI LEMBAGA PERADILAN YANG KHUSUS YANG BERBENTUK AD-HOC</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sodikin Arifin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Jurnal IPTEK Pertanahan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 67-92</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyelesaian masalah pertanahan melalui lembaga peradilan yang merneriksa dan memutus perkara di bidang pertanahan hanya berdasar acara hukum perdata yang berlaku saat ini yaitu HIR / RBg  menimbulkan disparitas putusan sehingga tidak dapat menyelesaikan masalah pertanahan secara komprehensif. Upaya-upaya hukum yang dilakukan oleh pencari keadilan melalui lembaga peradilan untuk menyelesaikan kasus-kasus pertanahan memakan waktu lama dan peradilan tingkat pertama sampai ke Mahkamah Agung RI dan putusannya sering kontroversial dan tidak dapat di eksekusi sehingga tidak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Sehingga diperlukan pengadilan khusus pertanahan yang Ad-Hoc yang komisionernya terdiri pada ahli di bidang pertanahan khususnya mengenai alat bukti  berupa alas hak tanah yang ada di seluruh Indonesia  sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan kasus-kasus pertanahan yang makin lama terus bertambah seiring dengan pertambahan penduduk yang butch akan lahan. Untuk memberantas mafia-mafia peradilan yang bermain dengan putusan pengadilan balk melalui peradilan perdata maupun peradilan tats usaha negara dengan alat bukti lama yang dipalsukan berupa akte eigendom  opstal dan erfpacth serta girik dan grant. Selain daripada itu meetbrief dan peta-peta lama senng dijadikan sebagai dasar rnenggugat di peradilan dan pengadilan tetap menerima gugatan tersebut  meskipun alat buktinya dipalsukan. Penyelesaian sengketa pertanahan melalui lembaga peradilan yang ada menimbulkan permasalahan baru di bidang pertanahan  sedangkan tujuan hukum salah satu diantaranya adalah penyelesaian masalah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SENGKETA PERTANAHAN - PERADILANKHUSUS</topic>
 </subject>
 <classification>631.4072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71314</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>