

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71416">
 <titleInfo>
  <title>Dari Sirip Hiu Hingga Penyelundupan Manusia :</title>
  <subTitle>Kapitalisasi Dunia Pelayaran Nelayan Tradisional di Wilayah Lintas Batas Laut Timor</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fanada Sholiha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 49-62</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini mengkaji lentang aktivitas nelayan tradisional Indonesia yang dinilai   menerobos batas   nelayan dan melakukan tindakan ilegal di perairan Australia. Pada 1999  terjadi perubahan target operasi  nelayan Indonesia tidak lagi melakukan penangkapan teripang  kerang (trochus niloticus)  dan hiu untuk diambil siripnya  tetapi beralih pada   penyelundupan manusia (people smuggling)  . Kasus penyelundupan manusia telah mengonfirmasi betapa sistem kapitalis berhasil mengkooptasi aktivitas pelayaran nelayan tradisional Indonesia dengan memanfaatkan rute-rute pelayaran tradisional. Sementara  posisi mereka di wilayah perairan Indonesia semakin termarjinalkan dan terdesak oleh keberadaan nelayan asing dengan penguasaan modal lebih besar dan teknologi modern. Keberadaan   pemodal besar   berhasil merubah mindset nelayan dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari (subsiten) menjadi nelayan industri yang tuna aktif dalam kontestasi penangkapan ikan ilegal bahkan penyelundupan manusia.Penelitian ini hendak mengetengahkan dua permasalahan  Pertama  jalannya sistem ekonomi kapitalis dalam mengkooptasi aktivitas pelayaran nelayan tradisional di wilayah limas batas Laut Timor. Kedua  manifestasi dari kapitalisasi aktivitas pelayaran. Akhirnya  pemerintah perlu melakukan penegakan terhadap aturan main dalam aktivitas pelayaran di wilayah lintas batas Laut Timor.</note>
 <subject authority="">
  <topic>NELAYAN TRADISONAL - KAPITALISASI</topic>
 </subject>
 <classification>959.072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71416</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-22 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-22 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>