Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Dari Sirip Hiu Hingga Penyelundupan Manusia : Kapitalisasi Dunia Pelayaran Nelayan Tradisional di Wilayah Lintas Batas Laut Timor
Tulisan ini mengkaji lentang aktivitas nelayan tradisional Indonesia yang dinilai menerobos batas nelayan dan melakukan tindakan ilegal di perairan Australia. Pada 1999 terjadi perubahan target operasi nelayan Indonesia tidak lagi melakukan penangkapan teripang kerang (trochus niloticus) dan hiu untuk diambil siripnya tetapi beralih pada penyelundupan manusia (people smuggling) . Kasus penyelundupan manusia telah mengonfirmasi betapa sistem kapitalis berhasil mengkooptasi aktivitas pelayaran nelayan tradisional Indonesia dengan memanfaatkan rute-rute pelayaran tradisional. Sementara posisi mereka di wilayah perairan Indonesia semakin termarjinalkan dan terdesak oleh keberadaan nelayan asing dengan penguasaan modal lebih besar dan teknologi modern. Keberadaan pemodal besar berhasil merubah mindset nelayan dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari (subsiten) menjadi nelayan industri yang tuna aktif dalam kontestasi penangkapan ikan ilegal bahkan penyelundupan manusia.Penelitian ini hendak mengetengahkan dua permasalahan Pertama jalannya sistem ekonomi kapitalis dalam mengkooptasi aktivitas pelayaran nelayan tradisional di wilayah limas batas Laut Timor. Kedua manifestasi dari kapitalisasi aktivitas pelayaran. Akhirnya pemerintah perlu melakukan penegakan terhadap aturan main dalam aktivitas pelayaran di wilayah lintas batas Laut Timor.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
959.072 JUR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 49-62
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 1. Vol. 19 April-2018
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain