

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71431">
 <titleInfo>
  <title>Model Penyelesaian Konflik Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Berprespektif Gender Berbasis Kearifan Lokal</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bernadus Wibowo, Caritas Woro</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 63-74</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan merupakan salah sat   dimensi dari lima dimensi perangkap kemiskinan menurut Robert Chambers. Dimensi kemiskinan tersebut adalah kerentanan  kelemahan jasmani  ketidakberdayaan  dan isolasi wilayah. isolasi wilayah berhubungan dengan aksesibilitas. Sementara int akses merupakan media  erbukanya peluang-P eluang sosial dan ekonomi. Kajian berikut nzelihat kemiskinan berdasarkan kondisi topografi sebuah wilayah sebagai alat untuk menggambarkan asksesibilitas. Kajian ini juga bertujuan mengetahui tingkat kemiskinan yang pada akhirnya digunakan untuk menentztkan program penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan ditentukan berdasarkan penerima beras miskin. Jumlah keluarga miskin di kedua daerah penelitian adalah 207. Selain wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner  penelitian ini juga melakukan kajian kualitatif dengan cara wawancara mendalam. Tujuan penelitian tentang tingkat kemiskinan dan penentuan program penanggulangan kemiskinan dianalisis secara deskriptifdengan menggunakan label silang. Faktor yang mempengaruhi kemiskinan dianalisis dengan menggunakan koefisien regresi. Karakteristik demografi  sosial  dan ekonomi kepala keluarga miskin di kedua daerah penelitian tidak menunjukkan perbedaan. Rata-rata umur kepala keluarga sekitar 50 tahun  tingkat pendidikannya rendah yaitu SAW. dan kepala keluarga pada umumnya bekerja di sektorja. Po tensi ekonomi keluarga miskin tidak menu njukkan perbedaan menurut kondisi topografi. ga miskin stasidaiambenh ktab ngan. sementara keluarga miskin di daerah perdesaan berinl berupa perhiasan. Mesk inlin kaikemiskmanckedua wilaperbedaan  amun kemiskinan di daerah perdesaan leinh disebabkan faktor budaya yak tidak menunjukkan Pe atau kultur. sementara in  kemisrbki.enaanndag  daerah dataran bersifat strukturat Faktor kemiskinan mempengaruhi jenis agar efektifdan tepat sasaran. Manajemen implementasi program merupakan salah satu aspek yang perlu diper atz program penanggulangan kemisk kan dalam realisasi program penanggulangan kemiskinan yang ditentukan. </note>
 <subject authority="">
  <topic>FEMINIS - KEARIFAN LOKAL</topic>
 </subject>
 <classification>959.072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71431</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-23 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-23 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>