

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71433">
 <titleInfo>
  <title>Perspektif Spasial Penaggulangan Kemiskinan di Yogyakarta</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Umi Listyaningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 93-112</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan merupakan salah satU dimensi dari lima dimensi perangkap kemiskinan menurut Robert Chambers. Dimensi kemiskinan tersebut adalah kerentanan  kelemahan jasmani  ketidakberdayaan  dan isolasi wilayah. isolasi wilayah berhubungan dengan aksesibilitas. Sementara itu akses merupakan media terbukanya peluang-peluang sosial dan ekonomi. Kajian berikut melihat kemiskinan berdasarkan kondisi topografi sebuah wilayah sebagai alat untuk menggambarkan asksesibilitas. Kajian ini juga bertujuan mengetahui tingkat kemiskinan yang pada akhirnya digunakan untuk menentukan program penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan ditentukan berdasarkan penerima beras miskin. Jumlah keluarga miskin di kedua daerah penelitian adalah 207. Selain wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner  penelitian ini juga melakukan kajian kualitatif dengan cara wawancara mendalam. Tujuan penelitian tentang tingkat kemiskinan dan penentuan program penanggulangan kemiskinan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan label silang. Faktor yang mempengaruhi kemiskinan dianalisis dengan menggunakan koefisien regresi. Karakteristik demografi  sosial  dan ekonomi kepala keluarga miskin di kedua daerah penelitian tidak menunjukkan perbedaan. Rata-rata umur kepala keluarga sekitar 50 tahun  tingkat pendidikannya rendah yaitu SMP. dan kepala keluarga pada umumnya bekerja di sektor jasa. Potensi ekonomi keluarga miskin tidak menunjukkan perbedaan menurut kondisi topografi. keluarga miskin di daerah dataran berinvestasi dalam bentuk tabungan  sementara keluarga miskin di daerah perdesaan berinvestasi berupa perhiasan. Meskipun tingkat kemiskinan di kedua wilayah tidak menunjukkan perbedaan  namun kemiskinan di daerah perdesaan lebih disebabkan faktor budaya atau kultur. Faktor kemiskinan mempengaruhi jenis program agar efektif dan tepat sasaran. Manajemen implementasi program merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam realisasi program penanggulangan kemiskinan yang ditentukan.      </note>
 <subject authority="">
  <topic>KEMISKINAN - ISOLASI</topic>
 </subject>
 <classification>959.072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71433</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-23 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-23 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>