Index Artikel

Politik Identitas dan Konstruksi Kebangsaan Masyarakat Perbatasan Indonesia - Malaysia di Pulau Sebatik Kalimantan Utara



Peristiwa lepasnya Ligitan-Sipadan dan juga konflik blok Ambalat yang terus berlangsung turut memberikan kontribusi terhadap konstruksi identitas nasional kebangsaan Indonesia di Pulau Sebatik. Identitas itu menjadi lived experiences masyarakat yang hidup dalam koneksi tradisional. Oleh karena itu berbagai format teoretik dan pendekatan yang dilakukan oleh pernerintah dalam mengatasi masalah pada masyarakat perbatasan penting dikaji kembali. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana masyarakat Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Tawau-Malaysia membangun konstruksi kebangsaan di tengah perubahan sosial migrasi dan politik identitas. Sebagai daerah yang berada di perbatasan termasuk di dalamnya berbagai fasilitas dan kemudahan dari pemerintah Malaysia merupakan problem krusial yang dihadapi oleh masyarakat Sebatik. Artikel ini menggunakan dua jenis data yakni data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara yang mendalam dengan penduduk Pulau Sebatik. Adapun data sekunder adalah data tentang keadaan geografi demografi pemerintahan pendidikan dan ekonomi. Setelah dilakukan klasifikasi data berdasarkan pemilahan tujuan-tujuan penelitian dilakukan analisis dengan metode kuantitatif maupun kualitatif. Riset ini menemukan bahwa Pulau Sebatik sebagai sebuah wilayah trans-nasional menjadi sebentuk imagined community yang bersifat sangat khusus karena terbentuk dalam model koneksi ekonomi sosial dan budaya yang tidak ditemukan di tempat-tempat lain.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
959.072 JUR
No Reg
-
Penerbit Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 45-61
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 17 April-2016
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini