

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71499">
 <titleInfo>
  <title>Di antara Klakah-Klakah:</title>
  <subTitle>Kemandirian Petani Garam Perempuan Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Tahun 2004-2014</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lucia Juningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial PATRAWIDYA seri penerbitan penelitian sejarah dan budaya</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 63-80</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan utama yang dikaji adalah   kemandirian petani garam perempuan di Desa Jono  Kecamatan Tawangharjo  Kabupaten Grobogan  di tengah-tengah kebijakan impor garam  . Tujuan penelitian ini yakni menjelaskan peran perempuan dalam pembuatan garam dan kemandirian perempuan dalam usaha pembuatan garam di tengah-tengah membanjirnya garam impor sebagai akibat kebijakan impor garam oleh pemerintah. Penelitian ini dikaji dengan teori kemandirian  pendekatan sosial  ekonomi dan perspektif gender. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahap-tahapnya yakni mengumpulkan sumber  menilai sumber  menginterpretasikan sumber yang telah dinilai dan menuliskan hasilnya. Selain sumber sumber tertulis  penelitian ini juga menggunakan sumber lisan yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan impor garam tidak berpengaruh pada jumlah produksi dan pendapatan petani garam perempuan  sebab garam Jono memiliki penggemar dan pasar sendiri. Penurunan produksi garam disebabkan oleh menurunnya jumlah petani garam karena  generasi muda lebih tertarik bekerja di luar industri garam dan di kota-kota besar. Mereka mengalihfungsikan lahan garam menjadi sawah atau pemukiman. Petani garam perempuan memiliki kemandirian semu dalam proses pembuatan garam. Dikatakan semu karena seluruh proses pembuatan garam tidak dapat dilakukan sendiri oleh perempuan. Terdapat sejumlah pekerjaan yang dilakukan perempuan secara mandiri seperti mengambil air di sumur  menjemur dan memanen. Sementara itu  pekerjaan menyiapkan klakah dan membuat kolam penampungan dilakukan oleh laki-laki. Perempuan memiliki kemandirian penuh dalam menentukan jumlah garam yang diproduksi  harga dan memasarkan garam. Perempuan juga memiliki kemandirian penuh dalam mengelola penghasilan yang diperoleh dari garam.  </note>
 <subject authority="">
  <topic>PEREMPUAN - PETANI GARAM</topic>
 </subject>
 <classification>959.072 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71499</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-28 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-28 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>