Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Kesultanan Pasai Pencetus Aksara Jawi
Menurut Ali Syahbana pada abad ke-16 Jan Huygen van Linschoten berkunjung ke Melayu Nusantara dan menyebutkan bahwa bahasa Melayu telah terkenal di Dunia Timur dan dianggap orang sebagai bahasa yang baik. Salah satu warisannya adalah tulisan Jawi atau tulisan Arab-Melayu yaitu bahasa Melayu dengan Aksara Arab termasuk Indonesia. Penulisan bahasa Melayu dengan abjad Arab sudah dimulai sejak Islam dianut dan tersebar di Nusantara sehingga pada akhirnya tulisan Arab-Melayu menjadi tulisan resmi masyarakat dan kerajaan-kerajaan Islam saat itu. Kemunculan Kerajaan Islam Samudera Pasai membuat intensitas hubungan dunia Arab dengan Kepulauan Melayu-Nusantara menjadi lebih tinggi sehingga memudahkan dalam proses Islamisasi yang diterima dengan tulus tanpa kekerasan. Bahkan beberapa peneliti mengaitkan tulisan (aksara) yang pernah ada sebelum aksara Jawi digunakan di Aceh dan di Melayu-Nusantara. Salah satu penemuan dan perdebatan yang belum selesai diungkap adalah mengenai teks naskah Hikayat Raja-Raja Pasai yang merupakan hasil sastra sejarah yang tertua. Ada pula beberapa teks yang menyebutkan bahwa sumber rujukan aksara Jawi berasal dari (Kesultanan) Pasai dan terungkap dalam beberapa teks manuskrip yang ditulis setelahnya khususnya pada periode Kesultanan Aceh. Tradisi tulis menulis dan intelektual juga dipengaruhi oleh Islamisasi dari Arab. Sementara di Melayu tulisan Jawi memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri yang berbeda daripada tulisan Arab Parsi dan Urdu. Jumlah huruf Jawi sendiri sebanyak 36 aksara (huruf) dimana 30 huruf berasal dari Aksara Arab dan sisanya 6 huruf adalah tambahan tersendiri yang tercipta sesuai dengan bunyi dan ejaan dalam bahasa Melayu. Tulisan Jawi merujuk kepada huruf Hijaiyyah kecuali beberapa huruf tambahan yang mengikuti fonetik Melayu ditambahkan huruf Parsi. Tulisan Jawi pada dasarnya merupakan tulisan Arab yang digunakan secara utuh dan ditambahkan beberapa huruf yang diubah dengan menambah titik-titiknya guna menyesuaikan dengan konsonan yang berlaku dalam bahasa Jawi. Perkembangan aksara Jawi pada saat ini memiliki permasalahan pada penulisan Arab-Melayu terutama terletak pada penyambungan konsonan yang tidak diiringi oleh vokal. Full Text
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
025.072 JUR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Serial Jumantara : Jurnal Manuskrip Nusantara : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: Serial
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 2. Vol. 5 Oktober-2014
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain