

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-71725">
 <titleInfo>
  <title>TEMU:</title>
  <subTitle>MAESTRO GANDRUNG DARI DESA KEMIREN BANYUWANGI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Dwi Ratna Nurhajarini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Serial Patra Widya: Seri Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 447-463</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Artikel ini berbicara tentang biografi Temu  seorang tokoh seni gandrung yang berasal dari Kemiren  Glagah  Banyuwangi. Kesenian gandrung tersebut termasuk seni pertunjukkan rakyat. Oleh kalangan masyarakat Banyuwangi Temu dianggap identik dengan gandrung dan dianggap sebagai seorang maestro gandrung. Kemampuannya menari  nembang  dan menyampaikan wangsalan dimiliki oleh Temu dengan ditambah ciri khas suara Temu yang unik. Suara Temu melengking tinggi dengan gaya khas Using menjadikan suara Temu menghiasi beberapa isi VCD maupun DVD. Pada masa awal perkembangan rekaman kaset suara Temu termasuk yang awal menghias pita rekaman. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa Temu terus mendedikasikan dirinya untuk gandrung  Dengan pertanyaan utama itu maka sekaligus menjawab tentang siapa Temu dan apa saja kiprahnya. Biografi Temu ditulis dengan menggunakan metode sejarah  dengan melihat kiprah Temu sejak kecil hingga saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian menemukan Temu mendedikasikan dirinya kepada seni gandrung dengan terus melakukan aktivitas yang terkait dengan gandrung  yakni pergelaran dan melatih para calon gandrung. Gandrung bagi Temu adalah ladang penghidupan dan sekaligus untuk ekspresi diri. Beberapa penghargaan di tingkal lokal hingga nasional pernah di raih Temu  perempuan yang tidak tamat sekolah dasar. Temu pun berhasil tampil dari panggung hajatan warga hingga acara di Taman Ismail Marzuki serta di panggung Frankfrut  Jerman. Untuk melestarikan dan mewariskan kemampuaannya menjadi gandrung  Temu mendirikan sebuah sanggar yang diberi nama  ldquo Sopo Ngiro rdquo . Sanggar tersebut diharapkan dapat menjadi persemaian para calon penerus gandrung dan Temu berharap menemukan penerusnya dari sanggar tersebut.  FULL TEXT</note>
 <subject authority="">
  <topic>GANDRUNG -- BANYUWANGI</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-71725</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>