Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
PEWARISAN TRADISI MEMBATIK DI DESA KOTAH, SAMPANG, MADURA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi membatik di Desa Kotah latar belakangeksistensi tradisi membatik menelusuri unsur-unsur pewarisan serta menelusuri cara pewarisannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif teknik wawancara mendalam pengamatan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal mula tradisi membatik di Desa Kotah tidak dapat diketahui pasti namun sudah ada sejak nenek moyang. Hal ini tergambar dari warisan kain batik yang dimiliki beberapa warga di Desa Kotah sudah berumur lebih dari 100 tahun. Mayoritas perempuan di Dusun Magug dapat membatik. Tradisi membatik dapat tetap eksis dipengaruhi pertama ketrampilan membatik merupakan warisan dari nenek moyang sehingga ada ikatan untuk meneruskannya. Kedua kualitas sumberdaya manusia relatif rendah mengakibatkan kesempatan untuk mencari kerja dan bersaing di luar daerah menjadi rendah. Ketiga lingkungan permukiman yang relatif terpencil di daerah perbukitan tanahnya kurang subur mempengaruhi keterbatasan terhadap kesempatan kerja. Banyak ibu rumah tangga di Dusun Magug menjadi pembatik namun yang menarik pembatik anak-anak juga banyak. Anak-anak belajar membatik atas kemauannya sendiri. Dalam proses membatik anak-anak hanya pada tahapan paling dasar yaitu isen-isen. Jadi pewarisan tradisi membatik terjadi karena ada rasa memliki warisan budaya menambah penghasilan dan lingkungan sekitar banyak yang membatik. FULL TEXT
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
905.072 PAT
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Serial Patra Widya: Seri Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 465-482
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 4. Vol. 16 Desember-2015
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain