Index Artikel

Strategi Pengembangan Wirausaha Pemuda dalam Mewujudkan Wirausahawan Mandiri dan Implikasinya terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga (studi pada Koperasi Sumekar di Kampung Sangrahan Pathuk Daerah Istimewa Yogyakarta



Upaya mewujudkan wirausahawan muda merupakan bagian dari kebijakan nasional pembangunan kepemudaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wirausaha pemuda dalam mewujudkan wirausahawan mandiri di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta kemudian untuk menganalisis aspek kendala-kendala yang terjadi selama menjalankan wirausaha yang terakhir untuk menganalisis ketahanan ekonomi keluarga para wirausaha di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta. Metode yang digunakan yakni metode penggabungan antara metode deskriptif kualitatif dan metode deskiptif kuantitatif dengan menggunakan wawancara terstruktur kuesioner studi pustaka observasi dan dokumentasi. Untuk mengukur strategi pemuda mengembangkan usaha dalam mewujudkan wirausahawan mandiri digunakan 7 indikator selain itu guna mengukur ketahanan ekonomi keluarga para wirausahawan muda di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta digunakan 2 indikator yakni 1) pendapatan para wirausaha dengan standar upah minimum Kota Yogyakarta dan 2) kebutuhan-kebutuhan keluarga.Hasil penelitian ini menunjukkan dari 7 indikator strategi pengembangan wirausaha dalam mewujudkan wirausahawan mandiri terdapat 3 (tiga) indikator yang belum dilaksanakan secara efektif oleh para pemuda yaitu kepemimpinan pemasaran dan legalitas usaha. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sumberdaya serta modal yang dimiliki dalam usaha mengembangkan pemasaran produk serta legalitas usaha indikator strategi pengembangan dalam mewujudkan wirausahawan mandiri berupa motivasi dan kreativitas telah mampu dilakukan baik oleh para pemuda namun dari segi persaingan usaha dan perubahan pasar masih menemui hambatan berupa penetapan harga produk usaha yang mengacu pada kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah berupa perubahan harga pasar kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik yang justru menjadi hambatan pemuda dalam mewujudkan wirausahawan mandiri. Dari total wirausahawan muda sejumlah 36 (tiga puluh enam) orang ketahanan ekonomi keluarga dari aspek pendapatan didapatkan sebesar 67 persen dan dari aspek kebutuhan didapatkan sebesar 66 7 persen. Persentase demikian menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga para pemuda wirausaha di Kampung Sanggrahan dikategorikan tidak miskin karena memperoleh pendapatan di atas UMK rata-rata dan mampu memenuhi kebutuhan primer sekunder tersier. Hal ini jelas mengambarkan bahwa strategi dalam mewujudkan wirausaha tidak terlalu berimplikasi terhadap ketahanan ekonomi keluarga namun justru berimplikasi terhadap pengembangan usaha para pemuda karena belum menerapkan strategi penuh dalam mewujudkan wirausahawan mandiri. PDF



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
320.205 KET
No Reg
-
Penerbit Bagian Serial KETAHANAN NASIONAL: Jurnal Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 42-60
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 22 April-2016
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini