Index Artikel

Ontologi Dan Epistemologi Kearifan Dalam Pengetahuan Orang-Orang Arif Dan Implikasinya Untuk Bimbingan Dan Konseling



Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui ontologi dan epistemologi kearifan dalam pengetahuan orang-orang arif. Orang arif ( lsquo acirc rif ) yang dimaksud dibesarkan dalam tradisi Islam (tasawuf) dan berlatar belakang pendidikan pondok pesantren meskipun kemudian mereka menjadi akademisi dan pejabat pemerintah. Untuk mencapai tujuan dilakukan studi tokoh melalui wawancara observasi dan studi dokumen. Tokoh lsquo acirc rif yang distudi meliputi pimpinan pondok pesantren Suryalaya Tasikmalaya seorang dosen IAIN Walisongo Semarang dan Gubernur NTB. Analisis data dengan reduksi display data dan menarik simpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa tokoh arif memandang kalbu (hati) spiritual sebagai objek kearifan. Tokoh arif pesantren mengetahui bahwa hati memiliki tujuh lapis dan mengamalkan cara-cara (zikir) untuk meraih kearifan. Sementara arif akademik dan pemerintahan dibaiat oleh tokoh arif pesantren tetapi membahas bahwa kalbu memiliki empat lapis. Mereka juga mengamalkan zikir tertentu untuk mem-berdayakan hati untuk mencapai kearifan. Implikasi temuan studi adalah agar kearifan diwujudkan melalui bimbingan dan konseling dengan alternatif tasawuf akhlaki yakni tanpa baiat guru. Perlu dikembangkan model bimbingan untuk mengembangkan perilaku arif.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
370.5 EDU
No Reg
-
Penerbit Bagian Serial EDUSENTRIS: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 247-259
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 3. Vol. 1 Desember-2014
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini